19 September 2016

Menentukan Koordinat Titik Di Peta RBI Skala 1 : 25.000

Kali ini saya akan berbagi informasi yang sebetulnya saya ambil dari tugas kelompok pada praktikum mata kuliah SIG.  Salah satu tugasnya antara lain menentukan suatu titik di peta RBI skala 1 : 25.000 dari BIG dan kemudian tentukan nilai koordinatnya secara manual.  Yang menjadi pilihan saya dan teman kelompok adalah lokasi gedung GWW IPB Dramaga.


Hal ini dilakukan dengan membaca Peta Rupa Bumi Indonesia skala 1  25.000 yang dibuat oleh BIG atau Badan Informasi Geospasial no 1209-134 lembar Leuwiliang.  Pada pembacaan peta ini, terdapat dua jenis koordinat yang tertera yaitu;
1.     Sistem Koordinat Geografis
Pada peta ini nilai koordinat dicetak dengan warna biru dengan satuan DMS (Degree-Minute-Second) atau Derajat Menit Detik.
2.     Sistem Koordinat Universal Transverse Mercator atau UTM.
Dari keterangan yang tertera, wilayah pada peta ini masuk UTM Zone 48, yang dicetak dengan huruf berwarna hitam dengan satuan meter.

Koordinat Geografis
Untuk letak titik lokasi GWW pada peta (lihat pada gambar tanda lingkaran merah), diapit oleh nilai garis bujur geografis 106°43’30” T (BT) di sebelah kiri (barat) dan 106°44’00” T (BT) di sebelah kanan (timur) serta diapit oleh nilai garis lintang 6°33’30”S (LS) di sebelah atas (utara) dan 6°34’00”S (LS) di sebelah bawah (kanan). Artinya masing-masing garis koordinat yang mengapitnya mempunyai selisih /jarak yang sama yaitu 30”.

Baik garis bujur maupun lintang yang mengapitnya, ketika dilakukan pengukuran dengan penggaris menunjukan  jarak 3,75 cm, yang berarti 3,75 cm di peta = 30” atau 1 cm di peta = 8”.

Titik lokasi GWW terletak sejauh 2,6 cm ke arah timur dari garis bujur 106°43’30” T (BT), yang berarti sejauh 2,6 x 8” = 20,8”.  Sehingga diperoleh nilai koordinat bujur GWW adalah:
106°43’30” T (BT) + 20,8” = 106°43’50,8” T (BT).

Titik lokasi GWW juga terletak sejauh 1 cm ke arah selatan dari garis lintang 6°33’30”S (LS), yang berarti sejauh 1 x 8” = 8”.  Sehingga diperoleh nilai koordinat lintang GWW adalah:
6°33’30”S (LS) + 8” = 6°33’38”S (LS).

Jadi nilai koordinat geografis titik GWW IPB adalah :
106°43’50,8” T (BT) dan 6°33’38”S (LS).

Koordinat UTM
Untuk nilai koordinat UTM titik lokasi GWW bisa dilakukan 2 pendekatan;
a.       Menggunakan jarak skala, pada peta skala 1 : 25.000 berarti  jarak 1 cm di peta = 250 m.
Titik lokasi GWW diapit oleh nilai x UTM 0690469 mT di sebelah kiri (barat) dan 693969 mT di sebelah kanan (timur). Titik lokasi GWW terletak sejauh 5,3 cm ke arah timur dari garis koordinat x UTM 0690469 mT atau sejauh 5,3 x 250 m = 1.325 m.  Sehingga nilai koordinat x UTM GWW adalah:
0690469 mT + 1325 m = 0691794 mT.

Titik lokasi GWW juga diapit oleh nilai y UTM 9270189 mU di sebelah bawah (selatan) dan 9275189 mU di sebelah atas (utara). Titik lokasi GWW terletak sejauh 2 cm ke arah selatan dari garis koordinat y 9275189 mU, atau sejauh 2 x 250 m = 500 m. Sehingga nilai koordinat y UTM GWW adalah:
9275189 mU - 500 m = 9274689 mU.

Nilai koordinat UTM titik lokasi GWW adalah:
Zone 48 S.
x = 0691794 mT.
y = 9274689 mU.
b.      Pendekatan kedua adalah dengan menghitung selisih jarak di peta dari garis koordinat UTM yang mengapit titik lokasi GWW. Sebagai contoh diperoleh jarak 20 cm untuk selisih jarak di peta untuk garis y UTM dengan selisih nilai koordinat 5000 m.  Hal ini berarti 20 cm di peta = 5000 m, atau 1 cm di peta = 250 m. Lalu dilakukan pehitungan yang sama dengan pendekatan di atas, diperoleh nilai koordinat UTM yang sama untuk lokasi GWW tersebut yaitu :
Zone 48.
x = 0691794 mT.
y = 9274689 mU.

Untuk membantu penjelasan bisa melihat gambar ilustrasi di bawah ini

18 September 2016

Kembali Ngampus

Kembali ke kampus dan bergelut dengan yang namanya kuliah memang memberikan nuansa lain dalam keseharian.  Setelah 16 tahun lulus s1, tahun ini saya kembali ke dunia kampus  dengan nuansa berbeda.

Kali ini saya kuliah lanjutannya alias s2, dengan membawa pengalaman dari luar alias dunia kerja. Memang salah satu alasan saya kuliah lagi adalah ingin mereview apakah pengalaman-pengalaman selama 16 tahun bergelut di kehidupan luar kampus atau dunia nyata secara keilmuan sudah oke atau tidak. Saya 'memaksakan' ikut kuliah lagi karena boleh dikatakan sudah merupakan tuntutan profesionalisme bagi saya saat ini di dunia bisnis yang saya geluti. Entah kategorinya saya ini kuliah sambil kerja atau kerja sambil kuliah.

Nuansa lain adalah saya yang selama ini malas yang namanya membaca, kali ini mau tidak mau harus memaksakan diri untuk membaca, studi literatur, browsing-browsing di dunia maya yang notabene kegiatannya adalah berteori, membaca teori-teori, konsep, dalam rentang waktu yang lama (paling tidak selama kuliah).

16 tahun adalah rentang hibernasi dari dunia non akademis yang lumayan panjang juga nampaknya, buktinya saya adalah mahasiswa paling tua di angkatan saya, namun itu tentu tidak mengendurkan semangat kuliah dan saya jadikan sebagai motivasi untuk tidak ketinggalan sama yang muda. Teman-teman kuliah saya sekarang jauh lebih muda, bahkan lebih dari 50% teman seangkatan adalah fresh graduate dan belum married. 

Tantangan lainnya adalah saya harus bisa membagi waktu antara cari duit alias kerja dan kuliah beserta seabreg tugasnya. Namun di sisi lain saya merasa inilah kuliah yang sesungguhnya, karena sekarang saya mempunyai tujuan yang lebih jelas dari apa yang saya pelajari di kuliah, yaitu untuk meningkatkan kredibiltas di dalam pekerjaan saya.

Pada saat kuliah sekarang ini saya selalu membanding-bandingkan apa yang saya dapat di kuliah dengan apa yang telah saya temui dan lakukan dalam pekerjaan-pekerjaan saya yang terdahulu.  Ternyata banyak yang selama ini saya anggap sudah ok, ternyata belum ada apa-apanya.  Itu justru menambah semangat saya untuk lebih giat lagi cari-cari nuansa lain selama kuliah, barangkali akan keluar ide-ide baru yang bisa saya lakukan selain tentunya lulus kuliah secepat mungkin.

Welcome dunia kampus...