16 March 2017

Dahsyatnya Korupsi E-KTP : Peta Pun Dikorupsi


Sebagai yg hampir setiap hari 'melototin' peta, rasanya saya miris sekali dengan begitu dahsyatnya korupsi e-ktp ini. Bagaimana tidak miris, sampai-sampai peta yang ada di e-ktp nya saja dikorupsi, mungkin supaya 'efisien' dan banyak biaya yang bisa 'diirit'.

Coba sekali-kali anda tengok bagian belakang e-ktp (bagi yang sudah punya), perhatikan ada peta di belakangnya. Rasanya sih saya lebih sreg menyebutnya sebagai gambar, karena kalau disebut peta ada syarat-syarat kartografisnya yang rumit dan tidak terpampang di situ.

Namun tak apalah saya tetap menyebutnya peta Indonesia, yang membuat saya miris adalah setelah diperhatikan seksama bentuk peta Indonesianya aneh. Perhatikan antara pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa tersambung (mungkin lagi2 demi 'efisiensi' tadi), bentuk pulau-pulau tsb pun salah (dikorupsi pula jangan-jangan). Belum lagi antara Banten dan Lampung sekilas 'nempel', Pulau Madura dan Jawa pun tak mau kalah 'digabung' juga (apa karena sudah dibuat jembatan Suramadu?), bentuk Provinsi Sulawesi Tenggara yang seperti 'kaki bengkak' Pulau Sulawesi, belum lagi bentuk 'punggung' Papua bagian atas juga 'aneh' dan mungkin masih ada lagi keanehan-keanehan lainnya yang tidak detail saya cermati. Entah peta itu sumbernya dari mana. Bukan seperti itu bentuk peta Indonesia yang saya pelajari sedari SD. Melihat peta itu secara keseluruhan rasanya kurang sreg, ada kesan asal jadi dan asal ada, terkesan sebagai hiasan saja.

Peta termasuk di e-ktp juga adalah juga simbol kedaulatan negara RI, jadi jangan sampai salah apalagi asal buat. Selain itu peta tersebut hakikatnya diperjuangkan dengan pengorbanan yang besar bahkan dengan nyawa para pendiri dan pahlawan negeri ini.

Sementara tidak jauh dari Jakarta tepatnya di Cibinong ada yang namanya Badan Informasi Geospasial (BIG), mereka pakarnya dan gudangnya peta-peta. Rasanya sih tidak sulit jika meminta mereka untuk mendesain peta di e-ktp, toh sama-sama lembaga pemerintah dan untuk kepentingan rakyat, atau tinggal minta file peta Indonesia yang benar.  Kalaupun susah minta karena birokrasi tinggal diunduh saja file jpg peta Indonesia di situs web BIG, tidak sulit dan tidak perlu korupsi karena gratis. Bahkan di situs-situs semacam google map atau situs abal-abal pun unduhan peta Indonesianya masih lebih baik bentuk petanya dari pada yang saya lihat di e-ktp, seperti misalnya peta di bawah ini.

sumber : http://v2.bkprn.org/wp-content/uploads/2015/10/peta_indonesia_1.jpg

Sebagai warga negara biasa saya hanya bisa berharap mudah-mudahan untuk blanko e-ktp tahap berikutnya (karena katanya sekarang kosong), petanya sudah tidak itu lagi, peta Indonesianya yang benar.  Mudah-mudahan Yth. Bapak Presiden, Mendagri, Pimpinan BIG, dan pihak terkait bisa memperhatikan ini. Kalau ini kurang diperhatikan, mungkin barangkali proyek e-ktp ini adalah proyek asal juga jangan-jangan.

No comments:

Post a Comment